Rabu, 18 Agustus 2021

PETUAH LELAKI

 Ada banyak hal yang ingin saya bagi sebagai seorang lelaki yang pernah banyak gagalnya, dan lumayan mengenyam pengalaman hidup. Namun, meski terkesan subjektif, ini adalah guideline pribadi yang menjadikan hidup saya tidak pernah hampa dan tahan banting hingga saat ini. Semoga kita sama-sama belajar.

  1. Cintai Diri Anda Lebih Dari Apapun
Mencintai diri Anda adalah bekal dan senjata utama dalam hidup. Jangan lengah apalagi membanderol diri Anda sendiri dengan harga murah. Harta, Tahta, Pevita (?) adalah tantangan terbesar kita. Itu pula yang menyebabkan Ken Arok tewas tanpa harga diri. Penyebab perang Troya pun juga karena tiga hal tersebut. Hanya karena Anda bisa, bukan berarti Anda harus melakukannya. Selalu hargai diri Anda lebih dari apapun, dan selalu berikan diri Anda sendiri apa yang Anda butuhkan, bukan inginkan.
Harga diri Anda ditentukan oleh Anda sendiri. Sulit, memang. Apalagi bila banyak orang memandang sebelah mata. Tapi, jangan biarkan itu semua membuat Anda menilai diri Anda terlalu tinggi atau terlalu rendah. Tidak terpengaruh itu penting, tapi tetaplah mawas diri dan selalu berprogres.
2. Karyamu Adalah Jati Dirimu.
Bukan pekerjaanmu, yang mana bila kamu hanya melakukannya demi sejumput cuan semata. Karya adalah sesuatu yang abadi. Mau apapun itu. Ladang kewirausahaanmu, tulisanmu, lagumu, segala proses kreativitasmu itu adalah hal yang patut dihargai selama kamu melakukannya semaksimal mungkin. Buatlah sebuah memento bagi siapapun itu agar bisa melihat maupun mengenangmu secara kekal. Pemikiranmu, suaramu, fotomu, figurmu, filmmu, novelmu, musikmu, apapun itu.
Hidup cuman sekali. Maka dari itu, buatlah apapun yang membuatmu tetap hidup selamanya.
3. Bebaskan Orang Yang Kau Cintai.
Bila kamu sudah mencintai dirimu sendiri, kamu tak akan pernah takut kehilangan apapun. Keluarga, kekasih, sahabat, bahkan anak, segalanya akan pergi. Renungkanlah ini. Entah akan kamu ikat paksa dengan kemauanmu yang egois, atau kau bebaskan sehingga kamu berpeluang untuk menjadi tempat mereka selalu kembali, itu adalah pilihan.
Dan pilihan yang kedua, lebih bijak serta tidak memakan energi lebih. Kau melakukan seleksi otomatis dengan melakukan hal ini.
They who want to stay, will stay. And that too, indeed, they who want to leave, will leave.
4. Selalu Ada Hal Yang Bisa Kamu Lakukan.
Kau selalu bisa melakukan sesuatu. Mau sesedih, seberat, secapek, atau sesakit apapun, kau bisa melakukan sesuatu untuk dirimu sendiri.
Kebuntuan hanyalah ilusi. Memiliki harapan, lebih baik daripada berputus asa. Berputus asalah saja sementara sebagai benih untuk harapan yang akan kau tanam. Wajari semua emosi yang negatif, karena memang hidup ini tidak adil.
Kemalasan adalah bibit dari keputusasaan.
5. Kau Harus Punya Bentuk Tuhan.
Entah itu idealisme yang kau anggap paling penting, akal-rasio-logika berdasarkan iptek, orang yang paling kau sayang, atau Tuhan dalam agamamu, intinya kau harus punya secercah harapan. Harapan di mana tempatmu bergantung. Keadilan yang tetap membuatmu melangkah. Apapun itu. Tuhan tiap orang itu berbeda-beda, namun selalu yang paling adil menurut mereka sendiri.
Tuhanku pun begitu. Dia tidak akan mengabulkan doa-ku yang meminta Lamborghini sore ini karena itu akan mengingkari kebijaksanaan-Nya. Dia tidak akan membuatkanku pintu kemana saja karena jelas tidak adil dan bertentangan dengan hukum-hukum fisika alam semesta yang Dia buat saat ini.
Kita akan menemukan Tuhan kita dalam bentuk apapun. Sadari, dan nikmati itu. Jadikan ia pedoman hidupmu. Tak perlu menentangi Tuhan lain, cukup bawa Tuhanmu saja dalam hati.

Dan yang paling penting dari semua itu, adalah kejujuran. Jujurlah. Tentang apapun itu.
Atau lebih baik diam.